Follow IG @farida_271

Kamis, 07 Maret 2019

TENTANG LAYANAN SERVICE "JTR" DARI JNE

Mendengar kata ekspedisi pengiriman maka kita tidak boleh melupakan jasa ekspedisi yang aku rasa eksistensinya tidak diragukan lagi dan memang sudah lama berkecimpun di dunia pengiriman ini. Jauh sebelum online shop mewabah seperti saat ini.
Siapakah dia? Dia adalah JNE. Pasti pada tahukan JNE atau malah sering menggunakan jasa layananan ini untuk pengiriman.
Aku mau sedikit cerita tentang layanan yang ditawarkan oleh JNE. Biasanya atau seringnya jika kita beli online atau kirim online pasti akan ditanya pakai layanan JNE yang apa? Pasti disuruh milih antara OKE, REG atau YES.

Ada cerita lucu yang dari tiga layanan itu, ternyata OKE dan REG itu lebih cepat REG meskipun selisihnya nggak terlalu banyak, meskipun awalnya aku mengira REG itu reguler yang berarti biasa. Lalu YES, ternyata YES itu kepanjangan dari Yakin Esok Sampai. Ha ha ha ha aku kira YES itu kan bernada semangat dan gembira jadi ini layanan yang membuat gembira. Memang lebih mahal dibandingkan reg dan oke. Dan aku belum pernah pakai layanan YES ini.

Beberapa waktu yang lalu aku menggunakan layanan JNE yang JTR. JTR ini merupakan inovasi baru dari JNE yang mengutamakan untuk layanan dengan berat di atas 10 kg.
Waktu itu aku aku order buku novel terbaru dari penulis wattpad kesayangan yaitu Winny Pracasti, karena kebetulan aku menjadi salah satu dari online shop yang bisa menerima PO novel tersebut. Pengiriman dari Yogyakarta, buku yang aku pesan sebanyak 20 pcs. Ternyata berat 6,5 kg. Udah tahu belum ongkos kirim dari Yogya ke Pacitan itu berapa? Sekilonya pakai layanan oke itu 28.000 kalau pakai reg 38.000. Itu satu kilo, coba kalau 6,5 kg. Kemungkinan besar 6,5 kg itu udah masuk 7 kg. Tinggal mengalikan aja kan. Lebih dari seratus ribu. Untungnya dari pihak JNE menawarkan untuk pakai JNE JTR. Yang biayanya jauh lebih murah yaitu cuma Rp 45.000 saja. Lumayan murah kan? Kalau dibandingkan oke atau reg.


Bersyukur? Pasti bersyukur banget aku. Tapi mendadak kebahagian yang membucah ini membuat kadar kekepoan aku tiba-tiba muncul. JTR bukannya untuk minimal paketan dengan berat 10 kg, ini nggak nyampai 10 kg kok bisa?

Dan mulailah aku bertanya kepada admin care JNE di twitter, jawabannya membuat aku puas, tidak ada batas minimal sebenarnya, kalau mau pakai layanan JTR perhitungannya pakai minimal untuk berat 10 kg. Mau kirim paket berat 1 kg, mau menggunakan layanan JTR bisa tapi ongkosnya kena batas bawah dari layanan JTR itu sendiri yaitu 10 kg pertama.(bahasa aku agak belibet ya?). intinya kalau berat paketan mu kurang dari 10 kg, dan mau pakai JTR bisa tapi hitungannya tetap 10 kg pertama. Coba cek di web-nya JNE. Yap kalian kalau mau tahu tarif JTR tidak bisa cek di aplikasi raja ongkir, tapi kalian harus cek di web-nya JNE. Kalau di aplikasi JNE sendiri aku kurang tahu bisa apa nggak.

Di layanan JTR sendiri ada beberapa pilihan, jika kalian liat di screen shoot di atas. Di situ tertera JTR, JTR250, JTR<150 dan JTR>250. Apakah berbedaan dari 4 layanan JTR tersebut?
Hal ini tidak luput juga menjadi pertanyaan yang aku tanyakan ke admin care twitter JNE, dan jawaban mereka sebagai berikut :

Ternyata itu untuk pengiriman sepeda motor yang disesuaikan dengan cc mesin dari motor tersebut.

Aku tidak tahu pasti yang menerapkan sistem JTR seperti di atas, bisa semua cabang JNE apa hanya cabang JNE tertentu aku belum tahu pasti. Mau memastikan di cabang JNE pacitan bisa apa nggak itu selalu lupa terus kalau pas datang ke cabang JNE di pacitan, padahal udah direncakan.
Ini hanya berbagi, semoga bisa membantu teman-teman dan jika kalian ada masukan atau punya pendapat atau cerita juga bisa dishare di kolom komentar.

noted  ; tulisan ini juga aku buat untuk setoran di #1minggu1cerita , tapi ini terlambat seharusnya minggu kemarin tapi baru setor sekarang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar